MODUL PEMBELAJARAN: SUBNETTING IPv4
Kelas : X (Lanjutan)
Durasi : 3 x 45 Menit
1. Pengertian dan Tujuan Subnetting
Apa itu Subnetting?
Subnetting adalah teknik memecah sebuah jaringan besar menjadi beberapa sub-jaringan yang lebih kecil.
Analogi:
Bayangkan satu gedung sekolah besar (satu jaringan IP kelas B misalnya). Subnetting adalah seperti membagi gedung itu menjadi beberapa lantai dan ruangan. Setiap ruangan (subnet) memiliki fungsi dan penghuni (host) yang terorganisir, bukan campur aduk dalam satu ruangan besar.
IP Address: `192.168.1.10`
Subnet Mask: `255.255.255.0` (`/24` dalam notasi CIDR)
* Network ID: `192.168.1`
* Host ID: `.10`
CIDR adalah cara singkat menuliskan Subnet Mask. Angka setelah garis miring (`/`) menunjukkan jumlah bit '1' pada subnet mask dari kiri ke kanan.
Langkah 1: Tentukan Subnet Mask Baru
* Default: `/24` = `255.255.255.0`
* Pinjam 1 bit: `/25` = `255.255.255.128`
* n (bit pinjam) = 1
Langkah 2: Hitung Jumlah Subnet
* Jumlah Subnet = 2¹ = 2 Subnet
Langkah 3: Hitung Jumlah Host per Subnet
* Bit host tersisa = 8 - 1 = 7 bit
* Jumlah Host per Subnet = 2⁷ - 2 = 128 - 2 = 126 Host per Subnet
Langkah 4: Tentukan Block Size
* Block Size = 256 - 128 = 128
Langkah 5: Tentukan Range IP untuk Setiap Subnet
* n (bit pinjam) = 3
Langkah 3: Hitung Jumlah Host per Subnet
* Bit host tersisa = 8 - 3 = 5 bit
* Jumlah Host per Subnet = 2⁵ - 2 = 32 - 2 = 30 Host per Subnet
Langkah 4: Tentukan Block Size
* Block Size = 256 - 224 = 32
Mengapa Subnetting Penting?
- Menghemat IP Address: Alokasi IP menjadi lebih efisien, tidak ada IP yang terbuang.
- Mengurangi Kemacetan Jaringan (Traffic): Dengan memecah jaringan, broadcast traffic hanya beredar di dalam subnetnya sendiri, tidak membanjiri seluruh jaringan.
- Meningkatkan Keamanan: Komunikasi dapat dibatasi antar subnet, sehingga lebih mudah dikontrol.
- Memudahkan Manajemen: Jaringan yang lebih kecil lebih mudah untuk diatur dan di-troubleshoot.
2. Konsep Dasar: Network ID, Host ID, dan Subnet Mask
Sebelum subnetting, kita pahami dulu struktur IP Address.- Network ID: Bagian IP yang menunjuk ke identitas JARINGAN. Semua perangkat dalam jaringan yang sama memiliki Network ID yang sama. Seperti nama jalan.
- Host ID: Bagian IP yang menunjuk ke identitas PERANGKAT dalam satu jaringan. Harus unik untuk setiap perangkat. Seperti nomor rumah.
- Subnet Mask: Angka yang memberitahu kita di bit mana Network ID berakhir dan Host ID dimulai.
IP Address: `192.168.1.10`
Subnet Mask: `255.255.255.0` (`/24` dalam notasi CIDR)
* Network ID: `192.168.1`
* Host ID: `.10`
3. Notasi CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
CIDR adalah cara singkat menuliskan Subnet Mask. Angka setelah garis miring (`/`) menunjukkan jumlah bit '1' pada subnet mask dari kiri ke kanan.
4. Langkah-Langkah Praktis Subnetting
Kita akan belajar dengan contoh yang paling umum: Subnetting Kelas C (`/24` ke `/25`, `/26`, dst.).Rumus Penting:
- Jumlah Subnet = 2ⁿ (dimana n = jumlah bit yang "dipinjam" dari Host ID)
- Jumlah Host per Subnet = 2ʰ - 2 (dimana h = sisa bit Host ID yang tersisa. Dikurangi 2 untuk Network Address dan Broadcast Address)
- Block Size = 256 - (nilai oktet subnet mask yang menarik). Block Size menentukan "kelipatan" jaringan.
CONTOH KASUS 1: Subnetting /24 ke /25
Diberikan jaringan `192.168.10.0/24`. Kita ingin membuat 2 subnet.Langkah 1: Tentukan Subnet Mask Baru
* Default: `/24` = `255.255.255.0`
* Pinjam 1 bit: `/25` = `255.255.255.128`
* n (bit pinjam) = 1
Langkah 2: Hitung Jumlah Subnet
* Jumlah Subnet = 2¹ = 2 Subnet
Langkah 3: Hitung Jumlah Host per Subnet
* Bit host tersisa = 8 - 1 = 7 bit
* Jumlah Host per Subnet = 2⁷ - 2 = 128 - 2 = 126 Host per Subnet
Langkah 4: Tentukan Block Size
* Block Size = 256 - 128 = 128
Langkah 5: Tentukan Range IP untuk Setiap Subnet
CONTOH KASUS 2: Subnetting /24 ke /27
Pada Lab. Komputer diberikan jaringan `192.168.10.0/24`. Tentukan subnet yang digunakan.Langkah 1: Tentukan Subnet Mask Baru
* Pinjam 3 bit: `/27` = `255.255.255.224` (128+64+32=224) * n (bit pinjam) = 3
Langkah 2: Hitung Jumlah Subnet
* Jumlah Subnet = 2³ = 8 Subnet Langkah 3: Hitung Jumlah Host per Subnet
* Bit host tersisa = 8 - 3 = 5 bit
* Jumlah Host per Subnet = 2⁵ - 2 = 32 - 2 = 30 Host per Subnet
Langkah 4: Tentukan Block Size
* Block Size = 256 - 224 = 32
Langkah 5: Tentukan Range IP untuk Setiap Subnet (5 Subnet Pertama)

Contoh: `172.16.0.0/16` akan disubnet ke `/26`.
* Subnet Mask: `255.255.255.192`
* Pinjam 10 bit (dari 16 bit host default).
* Jumlah Subnet = 2¹⁰ = 1024 subnet.
* Jumlah Host per Subnet = 2⁶ - 2 = 62 host.
* Block Size = 64 (pada oktet ke-4).
* Berapa Subnet Mask baru (/..)?
* Berapa jumlah host per subnet?
* Tuliskan Network ID, Broadcast, dan IP usable untuk subnet ke-3!
2. Sebuah perusahaan membutuhkan 5 subnet dengan masing-masing 20 host. Jaringan awal adalah `210.20.30.0/24`.
* Apakah subnet mask `/27` mencukupi? Berikan alasan!
* Tentukan subnet mask yang paling efisien!
3. Tentukan di subnet mana IP `172.16.50.100` dengan subnet mask `255.255.255.224` berada? (Tentukan Network ID-nya).
Kunci untuk Mahir:
Selamat Berlatih! Keterampilan subnetting adalah salah satu fondasi terpenting bagi seorang network administrator.
5. Subnetting Kelas B (Konsep)
Prinsipnya sama, hanya saja yang "dipinjam" adalah bit dari oktet ketiga.Contoh: `172.16.0.0/16` akan disubnet ke `/26`.
* Subnet Mask: `255.255.255.192`
* Pinjam 10 bit (dari 16 bit host default).
* Jumlah Subnet = 2¹⁰ = 1024 subnet.
* Jumlah Host per Subnet = 2⁶ - 2 = 62 host.
* Block Size = 64 (pada oktet ke-4).
Ringkasan Langkah Cepat Subnetting Kelas C
- Tentukan IP dan CIDR tujuan.
- Hitung Block Size = 256 - nilai oktet ke-4 Subnet Mask.
- Tulis Network ID berdasarkan Block Size (0, 64, 128, 192, dll.).
- Tentukan Broadcast (alamat terakhir sebelum Network ID berikutnya).
- Tentukan IP usable (antara Network ID dan Broadcast).
Latihan Soal
1. Dari jaringan `192.168.5.0/24`, buatlah 4 subnet.* Berapa Subnet Mask baru (/..)?
* Berapa jumlah host per subnet?
* Tuliskan Network ID, Broadcast, dan IP usable untuk subnet ke-3!
2. Sebuah perusahaan membutuhkan 5 subnet dengan masing-masing 20 host. Jaringan awal adalah `210.20.30.0/24`.
* Apakah subnet mask `/27` mencukupi? Berikan alasan!
* Tentukan subnet mask yang paling efisien!
3. Tentukan di subnet mana IP `172.16.50.100` dengan subnet mask `255.255.255.224` berada? (Tentukan Network ID-nya).
Kunci untuk Mahir:
- Pahami Konsep Biner. Subnetting akan sangat mudah jika Anda pahami konversi biner-desimal.
- Banyak Berlatih! Kerjakan soal-soal yang berbeda-beda.
- Gunakan Kalkulator Subnetting untuk mengecek jawaban, tapi jangan bergantung.
Selamat Berlatih! Keterampilan subnetting adalah salah satu fondasi terpenting bagi seorang network administrator.


0 komentar:
Posting Komentar