Kamis, 06 November 2025

Subnetting IPv4: Siswa TKJ Wajib Tahu!

MODUL PEMBELAJARAN: SUBNETTING IPv4



Mata Pelajaran : Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
Kelas : X (Lanjutan)
Durasi : 3 x 45 Menit

1. Pengertian dan Tujuan Subnetting

Apa itu Subnetting?

Subnetting adalah teknik memecah sebuah jaringan besar menjadi beberapa sub-jaringan yang lebih kecil.

Analogi:



Bayangkan satu gedung sekolah besar (satu jaringan IP kelas B misalnya). Subnetting adalah seperti membagi gedung itu menjadi beberapa lantai dan ruangan. Setiap ruangan (subnet) memiliki fungsi dan penghuni (host) yang terorganisir, bukan campur aduk dalam satu ruangan besar.

Mengapa Subnetting Penting?

  1. Menghemat IP Address: Alokasi IP menjadi lebih efisien, tidak ada IP yang terbuang.
  2. Mengurangi Kemacetan Jaringan (Traffic): Dengan memecah jaringan, broadcast traffic hanya beredar di dalam subnetnya sendiri, tidak membanjiri seluruh jaringan.
  3. Meningkatkan Keamanan: Komunikasi dapat dibatasi antar subnet, sehingga lebih mudah dikontrol.
  4. Memudahkan Manajemen: Jaringan yang lebih kecil lebih mudah untuk diatur dan di-troubleshoot.

2. Konsep Dasar: Network ID, Host ID, dan Subnet Mask

Sebelum subnetting, kita pahami dulu struktur IP Address.
  • Network ID: Bagian IP yang menunjuk ke identitas JARINGAN. Semua perangkat dalam jaringan yang sama memiliki Network ID yang sama. Seperti nama jalan.
  • Host ID: Bagian IP yang menunjuk ke identitas PERANGKAT dalam satu jaringan. Harus unik untuk setiap perangkat. Seperti nomor rumah.
  • Subnet Mask: Angka yang memberitahu kita di bit mana Network ID berakhir dan Host ID dimulai.
Contoh:
IP Address: `192.168.1.10`
Subnet Mask: `255.255.255.0` (`/24` dalam notasi CIDR)
* Network ID: `192.168.1`
* Host ID: `.10`

3. Notasi CIDR (Classless Inter-Domain Routing)


CIDR adalah cara singkat menuliskan Subnet Mask. Angka setelah garis miring (`/`) menunjukkan jumlah bit '1' pada subnet mask dari kiri ke kanan.




4. Langkah-Langkah Praktis Subnetting

Kita akan belajar dengan contoh yang paling umum: Subnetting Kelas C (`/24` ke `/25`, `/26`, dst.).

Rumus Penting:

  1. Jumlah Subnet = 2ⁿ (dimana n = jumlah bit yang "dipinjam" dari Host ID)
  2. Jumlah Host per Subnet = 2ʰ - 2 (dimana h = sisa bit Host ID yang tersisa. Dikurangi 2 untuk Network Address dan Broadcast Address)
  3. Block Size = 256 - (nilai oktet subnet mask yang menarik). Block Size menentukan "kelipatan" jaringan.

CONTOH KASUS 1: Subnetting /24 ke /25

Diberikan jaringan `192.168.10.0/24`. Kita ingin membuat 2 subnet.

Langkah 1: Tentukan Subnet Mask Baru

* Default: `/24` = `255.255.255.0`
* Pinjam 1 bit: `/25` = `255.255.255.128`
* n (bit pinjam) = 1

Langkah 2: Hitung Jumlah Subnet

* Jumlah Subnet = 2¹ = 2 Subnet

Langkah 3: Hitung Jumlah Host per Subnet

* Bit host tersisa = 8 - 1 = 7 bit
* Jumlah Host per Subnet = 2⁷ - 2 = 128 - 2 = 126 Host per Subnet

Langkah 4: Tentukan Block Size

* Block Size = 256 - 128 = 128

Langkah 5: Tentukan Range IP untuk Setiap Subnet



CONTOH KASUS 2: Subnetting /24 ke /27

Pada Lab. Komputer diberikan jaringan `192.168.10.0/24`. Tentukan subnet yang digunakan.

Langkah 1: Tentukan Subnet Mask Baru
* Pinjam 3 bit: `/27` = `255.255.255.224` (128+64+32=224)
* n (bit pinjam) = 3

Langkah 2: Hitung Jumlah Subnet
* Jumlah Subnet = 2³ = 8 Subnet

Langkah 3: Hitung Jumlah Host per Subnet
* Bit host tersisa = 8 - 3 = 5 bit
* Jumlah Host per Subnet = 2⁵ - 2 = 32 - 2 = 30 Host per Subnet

Langkah 4: Tentukan Block Size
* Block Size = 256 - 224 = 32

Langkah 5: Tentukan Range IP untuk Setiap Subnet (5 Subnet Pertama)

5. Subnetting Kelas B (Konsep)

Prinsipnya sama, hanya saja yang "dipinjam" adalah bit dari oktet ketiga.

Contoh: `172.16.0.0/16` akan disubnet ke `/26`.

* Subnet Mask: `255.255.255.192`
* Pinjam 10 bit (dari 16 bit host default).
* Jumlah Subnet = 2¹⁰ = 1024 subnet.
* Jumlah Host per Subnet = 2⁶ - 2 = 62 host.
* Block Size = 64 (pada oktet ke-4).


Ringkasan Langkah Cepat Subnetting Kelas C

  1. Tentukan IP dan CIDR tujuan.
  2. Hitung Block Size = 256 - nilai oktet ke-4 Subnet Mask.
  3. Tulis Network ID berdasarkan Block Size (0, 64, 128, 192, dll.).
  4. Tentukan Broadcast (alamat terakhir sebelum Network ID berikutnya).
  5. Tentukan IP usable (antara Network ID dan Broadcast).

Latihan Soal

1. Dari jaringan `192.168.5.0/24`, buatlah 4 subnet.
* Berapa Subnet Mask baru (/..)?
* Berapa jumlah host per subnet?
* Tuliskan Network ID, Broadcast, dan IP usable untuk subnet ke-3!

2. Sebuah perusahaan membutuhkan 5 subnet dengan masing-masing 20 host. Jaringan awal adalah `210.20.30.0/24`.

* Apakah subnet mask `/27` mencukupi? Berikan alasan!
* Tentukan subnet mask yang paling efisien!

3. Tentukan di subnet mana IP `172.16.50.100` dengan subnet mask `255.255.255.224` berada? (Tentukan Network ID-nya).


Kunci untuk Mahir:
  • Pahami Konsep Biner. Subnetting akan sangat mudah jika Anda pahami konversi biner-desimal.
  • Banyak Berlatih! Kerjakan soal-soal yang berbeda-beda.
  • Gunakan Kalkulator Subnetting untuk mengecek jawaban, tapi jangan bergantung.

Selamat Berlatih! Keterampilan subnetting adalah salah satu fondasi terpenting bagi seorang network administrator.

0 komentar:

Posting Komentar