Perbandingan Routing RIP, OSPF, dan EIGRP: Cara Router Menentukan Jalur Terbaik
Routing dinamis memungkinkan router menentukan jalur terbaik secara otomatis tanpa konfigurasi rute satu per satu.
Tiga routing protocol yang paling sering digunakan dalam pembelajaran jaringan adalah RIP, OSPF, dan EIGRP.
Walaupun sama-sama digunakan untuk tujuan yang sama, cara kerja dan parameter pemilihan jalurnya berbeda.
Kata kunci SEO: perbandingan RIP OSPF EIGRP, routing dinamis, routing protocol SMK, RIP vs OSPF vs EIGRP, materi routing jaringan
Pengertian Routing Dinamis
Routing dinamis adalah metode routing di mana:
Router saling bertukar informasi jaringan
Jalur terbaik dipilih secara otomatis
Perubahan topologi jaringan dapat diatasi tanpa konfigurasi ulang manual
Routing dinamis menggunakan routing protocol, seperti RIP, OSPF, dan EIGRP.
Jenis Routing Protocol
Secara umum, routing protocol dibagi menjadi:
Distance Vector → RIP
Link State → OSPF
Advanced Distance Vector (Hybrid) → EIGRP
Penjelasan Masing-Masing Routing Protocol
1. RIP (Routing Information Protocol)
Termasuk distance vector routing
Menggunakan hop count sebagai metric
Jalur terbaik = jumlah router paling sedikit
Maksimal hop count: 15
Cocok untuk jaringan kecil
Kelebihan:
Konfigurasi sangat mudah
Cocok untuk pembelajaran dasar
Kekurangan:
Tidak memperhatikan kecepatan link
Kurang efisien untuk jaringan besar
2. OSPF (Open Shortest Path First)
Termasuk link state routing
Menggunakan cost sebagai metric
Cost ditentukan berdasarkan bandwidth
Router memiliki peta jaringan lengkap (topology map)
Mendukung konsep area
Kelebihan:
Konvergensi cepat
Skalabel untuk jaringan besar
Kekurangan:
Konfigurasi lebih kompleks
Membutuhkan pemahaman konsep area
3. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
Termasuk advanced distance vector
Bersifat Cisco proprietary
Menggunakan composite metric
Berdasarkan:
Bandwidth
Delay
(Reliability dan Load)
Kelebihan:
Jalur dipilih berdasarkan kecepatan
Konvergensi sangat cepat
Kekurangan:
Umumnya hanya digunakan pada perangkat Cisco
Perbandingan Cara Pemilihan Jalur
RIP
Memilih jalur dengan hop paling sedikit
Jalur pendek belum tentu cepat
OSPF
Memilih jalur dengan cost terendah
Lebih realistis karena mempertimbangkan bandwidth
EIGRP
Memilih jalur paling optimal secara keseluruhan
Bisa memilih jalur panjang jika lebih cepat
Tabel Perbandingan RIP, OSPF, dan EIGRP
| Aspek | RIP | OSPF | EIGRP |
|---|---|---|---|
| Jenis | Distance Vector | Link State | Advanced Distance Vector |
| Metric | Hop Count | Cost (Bandwidth) | Bandwidth & Delay |
| Vendor | Open | Open | Cisco |
| Skalabilitas | Kecil | Besar | Menengah–Besar |
| Konvergensi | Lambat | Cepat | Sangat Cepat |
| Kompleksitas | Mudah | Sedang–Sulit | Sedang |
Kesimpulan
Setiap routing protocol memiliki karakteristik berbeda:
RIP cocok untuk pembelajaran dasar dan jaringan kecil
OSPF cocok untuk jaringan besar dan kompleks
EIGRP cocok untuk jaringan Cisco yang membutuhkan performa tinggi
Pemilihan routing protocol harus disesuaikan dengan ukuran jaringan, kebutuhan performa, dan perangkat yang digunakan.
Penugasan (Uji Pemahaman)
A. Pilihan Ganda
Routing protocol yang menggunakan hop count adalah …
a. OSPF
b. EIGRP
c. RIP
d. BGP
OSPF menentukan jalur terbaik berdasarkan …
a. Hop count
b. Bandwidth
c. Cost
d. Delay
Routing protocol yang bersifat Cisco proprietary adalah …
a. RIP
b. OSPF
c. EIGRP
d. IS-IS
B. Uraian Singkat
Jelaskan perbedaan distance vector dan link state routing!
Mengapa EIGRP bisa memilih jalur dengan router lebih banyak tetapi lebih cepat?
0 komentar:
Posting Komentar