Rabu, 11 Februari 2026

Perbandingan Routing RIP, OSPF, dan EIGRP: Cara Router Menentukan Jalur Terbaik

Perbandingan Routing RIP, OSPF, dan EIGRP: Cara Router Menentukan Jalur Terbaik



Routing dinamis memungkinkan router menentukan jalur terbaik secara otomatis tanpa konfigurasi rute satu per satu.
Tiga routing protocol yang paling sering digunakan dalam pembelajaran jaringan adalah RIP, OSPF, dan EIGRP.

Walaupun sama-sama digunakan untuk tujuan yang sama, cara kerja dan parameter pemilihan jalurnya berbeda.

Kata kunci SEO: perbandingan RIP OSPF EIGRP, routing dinamis, routing protocol SMK, RIP vs OSPF vs EIGRP, materi routing jaringan


Pengertian Routing Dinamis

Routing dinamis adalah metode routing di mana:

  • Router saling bertukar informasi jaringan

  • Jalur terbaik dipilih secara otomatis

  • Perubahan topologi jaringan dapat diatasi tanpa konfigurasi ulang manual

Routing dinamis menggunakan routing protocol, seperti RIP, OSPF, dan EIGRP.


Jenis Routing Protocol

Secara umum, routing protocol dibagi menjadi:

  • Distance Vector → RIP

  • Link State → OSPF

  • Advanced Distance Vector (Hybrid) → EIGRP


Penjelasan Masing-Masing Routing Protocol

1. RIP (Routing Information Protocol)

  • Termasuk distance vector routing

  • Menggunakan hop count sebagai metric

  • Jalur terbaik = jumlah router paling sedikit

  • Maksimal hop count: 15

  • Cocok untuk jaringan kecil

Kelebihan:

  • Konfigurasi sangat mudah

  • Cocok untuk pembelajaran dasar

Kekurangan:

  • Tidak memperhatikan kecepatan link

  • Kurang efisien untuk jaringan besar


2. OSPF (Open Shortest Path First)

  • Termasuk link state routing

  • Menggunakan cost sebagai metric

  • Cost ditentukan berdasarkan bandwidth

  • Router memiliki peta jaringan lengkap (topology map)

  • Mendukung konsep area

Kelebihan:

  • Konvergensi cepat

  • Skalabel untuk jaringan besar

Kekurangan:

  • Konfigurasi lebih kompleks

  • Membutuhkan pemahaman konsep area


3. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)

  • Termasuk advanced distance vector

  • Bersifat Cisco proprietary

  • Menggunakan composite metric

  • Berdasarkan:

    • Bandwidth

    • Delay

    • (Reliability dan Load)

Kelebihan:

  • Jalur dipilih berdasarkan kecepatan

  • Konvergensi sangat cepat

Kekurangan:

  • Umumnya hanya digunakan pada perangkat Cisco


Perbandingan Cara Pemilihan Jalur

RIP

  • Memilih jalur dengan hop paling sedikit

  • Jalur pendek belum tentu cepat

OSPF

  • Memilih jalur dengan cost terendah

  • Lebih realistis karena mempertimbangkan bandwidth

EIGRP

  • Memilih jalur paling optimal secara keseluruhan

  • Bisa memilih jalur panjang jika lebih cepat


Tabel Perbandingan RIP, OSPF, dan EIGRP

AspekRIPOSPFEIGRP
JenisDistance VectorLink StateAdvanced Distance Vector
MetricHop CountCost (Bandwidth)Bandwidth & Delay
VendorOpenOpenCisco
SkalabilitasKecilBesarMenengah–Besar
KonvergensiLambatCepatSangat Cepat
KompleksitasMudahSedang–SulitSedang

Kesimpulan

Setiap routing protocol memiliki karakteristik berbeda:

  • RIP cocok untuk pembelajaran dasar dan jaringan kecil

  • OSPF cocok untuk jaringan besar dan kompleks

  • EIGRP cocok untuk jaringan Cisco yang membutuhkan performa tinggi

Pemilihan routing protocol harus disesuaikan dengan ukuran jaringan, kebutuhan performa, dan perangkat yang digunakan.

Penugasan (Uji Pemahaman)

A. Pilihan Ganda

  1. Routing protocol yang menggunakan hop count adalah …

    • a. OSPF

    • b. EIGRP

    • c. RIP

    • d. BGP

  2. OSPF menentukan jalur terbaik berdasarkan …

    • a. Hop count

    • b. Bandwidth

    • c. Cost

    • d. Delay

  3. Routing protocol yang bersifat Cisco proprietary adalah …

    • a. RIP

    • b. OSPF

    • c. EIGRP

    • d. IS-IS

B. Uraian Singkat

  1. Jelaskan perbedaan distance vector dan link state routing!

  2. Mengapa EIGRP bisa memilih jalur dengan router lebih banyak tetapi lebih cepat?



0 komentar:

Posting Komentar