Rabu, 29 Oktober 2025

Belajar Hosting: Pengertian, fungsi, dan jenisnya

MATERI PEMBELAJARAN: PENGENALAN HOSTING UNTUK SISWA TKJ




Kelas    : XI / XII TKJ

Durasi    : 2-3 Pertemuan

Tujuan Pembelajaran:

1.  Siswa memahami pengertian dan fungsi hosting.

2.  Siswa mampu membedakan berbagai jenis layanan hosting.

3.  Siswa memahami komponen-komponen pendukung hosting (Domain, Database, dll).

4.  Siswa mampu melakukan praktik dasar pembelian hosting dan mengunggah file website sederhana.



1. APA ITU HOSTING? (Konsep Dasar)

Analoginya:
Bayangkan Anda membangun sebuah rumah (website). Anda butuh sebidang tanah untuk meletakkan rumah tersebut. Hosting adalah "tanah"-nya di dunia digital. Tanpa tanah, rumah Anda tidak bisa berdiri.

Definisi Teknis:
Hosting (Web Hosting) adalah layanan penyewaan ruang penyimpanan (storage) dan sumber daya (resources) pada sebuah server yang terhubung ke jaringan internet 24 jam non-stop. Server ini digunakan untuk menyimpan semua file dan data sebuah website (seperti kode HTML, CSS, gambar, video, script PHP, dan database) sehingga dapat diakses oleh siapa pun dari mana pun melalui browser.



2. MENGAPA HOSTING PENTING? (Fungsinya)



1.  Tempat Menyimpan Data Website: Semua file yang membentuk website Anda disimpan di sini.

2.  Agar Website Dapat Diakses Online: Server hosting menjalankan perangkat lunak (software) yang merespons permintaan dari browser pengunjung.

3.  Menjaga Kestabilan dan Keamanan: Provider hosting bertanggung jawab menjaga server tetap hidup, cepat, dan terlindungi dari serangan dasar.

4.  Mendukung Email Profesional: Memungkinkan Anda memiliki alamat email dengan nama domain sendiri (contoh: `marketing@sekolahkita.sch.id`).

3. JENIS-JENIS LAYANAN HOSTING


Ini adalah bagian paling krusial untuk siswa TKJ karena berkaitan langsung dengan pemilihan teknologi.

a. Shared Hosting
- Analoginya: Tinggal di kos-kosan atau apartemen. Anda berbagi fasilitas (kamar mandi, listrik, air) dengan penghuni lain.

- Penjelasan: Satu server fisik digunakan bersama oleh banyak website. Sumber daya (CPU, RAM) dibagi.

- Kelebihan: Murah, mudah digunakan (cocok untuk pemula), maintenance server ditangani provider.

- Kekurangan: Performa bisa turun jika ada "tetangga" website yang sangat ramai (high traffic), keamanan lebih rentan.

- Cocok untuk: Blog pribadi, website company profile, website UKM.

b. Cloud Hosting
- Analoginya: Tinggal di sebuah hotel yang memiliki banyak cabang. Jika satu hotel penuh, Anda bisa pindah ke hotel lain dalam jaringan yang sama.

- Penjelasan: Website di-hosting di sekumpulan server (cloud/cluster). Jika satu server down, server lain akan mengambil alih. Sumber daya bersifat elastis (bisa ditambah/dikurangi sesuai kebutuhan).

- Kelebihan: Sangat stabil (uptime tinggi), skalabel secara fleksibel, bayar hanya untuk yang dipakai.

- Kekurangan: Biaya bisa menjadi tidak terduga jika traffic melonjak, konfigurasi bisa lebih kompleks.

- Cocok untuk: Aplikasi web modern, toko online dengan fluktuasi traffic, startup teknologi.



c. VPS (Virtual Private Server) Hosting
- Analoginya: Memiliki rumah dalam sebuah kompleks (server fisik) yang sudah dipetak-petak. Anda punya kamar mandi dan listrik sendiri.

- Penjelasan: Satu server fisik dibagi menjadi beberapa "server virtual" yang independen menggunakan teknologi virtualisasi. Setiap VPS memiliki alokasi sumber daya (CPU, RAM, storage) sendiri dan sistem operasinya sendiri.

- Kelebihan: Lebih banyak kontrol (root access), performa lebih stabil dan terjamin, skalabilitas lebih mudah.

- Kekurangan: Lebih mahal, membutuhkan pengetahuan teknis untuk mengelolanya (Linux Server, Web Server seperti Apache/Nginx).

- Cocok untuk: Siswa TKJ (untuk belajar administrasi server), website e-commerce, aplikasi web dengan traffic menengah.



d. Dedicated Server Hosting
- Analoginya: Memiliki sebuah rumah lengkap sendiri. Anda adalah pemilik tunggal seluruh tanah dan bangunannya.

- Penjelasan: Anda menyewa satu server fisik utuh hanya untuk website/aplikasi Anda sendiri.

- Kelebihan: Kinerja maksimal, keamanan tertinggi, kontrol penuh atas konfigurasi hardware dan software.

- Kekurangan: Sangat mahal, membutuhkan keahlian teknis yang tinggi untuk maintenance dan keamanan.

- Cocok untuk: Perusahaan besar, bank, website dengan traffic sangat tinggi (seperti TikTok, Netflix).


4. KOMPONEN PENDUKUNG HOSTING


Sebuah paket hosting biasanya terdiri dari:

1.  Domain: Alamat unik website Anda (contoh: `www.namasekolah.sch.id`). Domain "ditunjuk" ke server hosting melalui pengaturan Nameserver.

2.  Storage/ Disk Space: Kapasitas penyimpanan file (dalam GB). Untuk menyimpan file website, email, dan database.

3.  Bandwidth: Jumlah data yang dapat ditransfer antara server dan pengunjung dalam sebulan. Jika habis, website tidak bisa diakses.

4.  Database: Tempat menyimpan data dinamis (contoh: artikel blog, data produk, data user). Biasanya menggunakan MySQL atau PostgreSQL.

5.  Panel Kontrol (cPanel, Plesk, dll): Antarmuka grafis (GUI) untuk mengelola hosting dengan mudah, seperti membuat email, mengelola database, dan mengunggah file.

6.  FTP (File Transfer Protocol) Access: Protokol untuk mengupload dan mendownload file website dari komputer lokal ke server hosting. Bisa menggunakan aplikasi seperti FileZilla.

 5. PRAKTIKUM SEDERHANA UNTUK SISWA TKJ

Tujuan: Membeli hosting shared, mengatur domain, dan mengupload website sederhana.

Langkah-langkah:

1.  Pilih Provider: Gunakan provider lokal (seperti Niagahoster, Rumahweb, IDCloudHost) atau internasional (seperti Namecheap). Mereka sering ada promo untuk pelajar.

2.  Beli Domain dan Hosting: Pilih paket shared hosting paling dasar dan beli domain (.com atau .sch.id).

3.  Login ke Panel Kontrol (cPanel): Akses cPanel yang diberikan oleh provider.

4.  Buat Alamat Email: Coba buat satu alamat email dengan domain Anda (contoh: `admin@domainkamu.com`).

5.  Buat Database:

    - Masuk ke menu "MySQL® Databases".

    - Buat database baru, user database, dan hubungkan user ke database.

6.  Upload File Website:

    - Gunakan File Manager di cPanel atau FTP Client (FileZilla).

    - Upload file HTML/CSS/PHP sederhana (misalnya, sebuah file `index.html` yang berisi "Selamat Datang di Website Saya") ke folder `public_html`.

7.  Akses Website: Buka browser dan ketikkan domain Anda. Jika berhasil, website sederhana Anda akan tampil.

 6. ISTILAH-Istilah Penting Lainnya

  • - SSL/TLS Certificate: Sertifikat yang mengenkripsi data antara browser dan server. Ditandai dengan gembok hijau di address bar (HTTPS). Wajib untuk semua website modern.
  • - Uptime: Persentase waktu server aktif dan dapat diakses. Provider bagus biasanya menawarkan uptime 99,9%.
  • - Backup: Fasilitas pencadangan data. Pastikan provider hosting menyediakan backup rutin.
  • - Nameserver: Alamat server yang menjadi "buku telepon" untuk domain Anda (contoh: `ns1.namahosting.com` dan `ns2.namahosting.com`).


 Ringkasan untuk TKJ:

Sebagai calon ahli jaringan dan server, pemahaman tentang VPS dan Dedicated Server adalah nilai plus. Fokuslah untuk memahami:

- Cara kerja sebuah server merespons permintaan HTTP.

- Perbedaan antara Shared Hosting dan VPS dari sisi resource allocation.

- Dasar-dasar mengelola server melalui SSH (Secure Shell).

- Konsep Web Server (seperti Apache & Nginx) dan bagaimana mereka melayani file website.

Dengan menguasai materi ini, kalian tidak hanya menjadi pengguna hosting, tetapi juga memahami teknologi di balik layanan tersebut, yang sangat berguna untuk karir di bidang System Administrator atau Network Engineer.



Selamat Belajar!

0 komentar:

Posting Komentar